jump to navigation

DISIPLIN August 19, 2008

Posted by febrioekaputra in Agama.
trackback

Hai orang-orang yang beriman,tepatilah semua janjimu (QS.5:1)

Islam sangat menghargai waktu. Dalam al-Quran ada surat yang diberi nama dengan surat al-ashri, (surat waktu) untuk mengingatkan pentingnya waktu. Demikian juga kita temui beberapa sumpah Allah dengan waktu tertentu, seperti wadhdhuha,demi waktu dhuha. Wallaili,demi waktu malam, walfajri,demi waktu fajar, wal-ashri,demi masa atau demi waktu ashar.

Untuk mendidik umat Islam agar senantiasa berdisiplin dalam penggunaan waktu, maka pada umumnya ibadah dalam Islam melatih kita untuk senantiasa berdisiplin. Ibadah shalat umpamanya hendaklah dikerjakan dalam waktunya, tidak boleh didahulukan atau diundurkan sedikitpun, bahkan jika dilalaikan mengerjakannya diancam dengan neraka weil (lihat surat al-Ma’un). Ibadah jum’at sungguh merupakan disiplin yang luar biasa, apapun yang terjadi, walaupun perang dunia atau perang jihadpun shalat jum’at tetap dilakukan pada hari jum’at, tidak pernah diundurkan atau dimajukan dengan alasan apapun.Bahkan bila waktu jum’at (zuhur) sudah masuk, walaupn ada pejabat tinggi atau rajapun yang belum hadir, maka khatib lansung naik mimbar untuk memulai ibadah jum’at .Demikian juga ibadah puasa, bila waktu imsak atau waktu fajar sudah masuk, maka tidak boleh makan dan minum walau setetes, bila dilanggar maka puasanya otomatis batal.Demikian juga bila ada yang membukai puasanya setengah menit atau kurang menjelang maghrib, maka puasanya akan batal, dan bila masuk waktu berbuka sunnah untuk segera berbuka. Ibadat zakat, adalah disiplin yang hebat. Mereka yang dkenai wajib zakat diperintahkan mengeluarkan zakatnya, tanpa ada pemberitahuan dari luar seperti pemberitahuan azan untuk shalat, atau pemberitahuan waktu imsak dan terbenam matahari untuk buka puasa.. Ibadah haji adalah disiplin yang paling hebat dan luar biasa. Jika tidak hadir wukuf di Arafah pada tanggal sembilan Zulhijah, maka hajinya dinyatakan batal, apapun alasannya, dan kendatipun semua rukun dan wajib hajji yang lainnya sudah dilakanakan semua.

Demikianlah hebatnya Islam mendidik umatnya untuk senantiasa berdisiplin. Namun ironisnya, umat Islam jika dalam ibadah shalat,puasa.zakat dan hajji, mereka mampu untuk berdisiplin, akan tetapi dalam kehidupan sehari hari mereka mudah saja untuk melanggar janji, tidak peduli dengan disiplin. Kenapa hal demikian dapat terjadi???

Jawabnya adalah, karena pemahaman mereka terhadap ibadah masih parsial. Disiplin untuk shalat dan puasa mereka yakini sebagai ibadah,Akan tetapi berdisiplin masuk kantor, atau berdisiplin waktu rapat dan menepati janji dengan kawan tidak mereka anggap sebagai ibadah.Padahal surat Al-Maidah ayat pertama mengingatkan: Tepatilah semua janjimu! Baik janji dengan Allah, maupun dengan manusia. Tepat janji bahagian dari iman, dan mungkir janji pertanda kemunafiqan.(HSI.IIBS.220507.

Oleh : Ustad Dr. H. Suahairy Ilyas, MA

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: